Menulis Bebas

Etika Muslim: Pentingnya Adab

Posted on: August 30, 2012

“Allah bersama adab”, dalam kalimat ini digunakan kata “bersama” bukan kata “kepada” atau “untuk”. Digunakan kata “bersama” mengandung makna bahwa adab tidak boleh terputus. Dari mulai bangun tidur hingga hendak tidur lagi semua yang kita lakukan memiliki adabnya.

Segala macam aktivitas manusia hendaklah berdasarkan adab. Ketentuan yang Allah berikan ini bukan untuk membebani, tapi justru memudahkan manusia. Berbagai hal dalam kehidupan yang tidak sesuai dengan etika/adab justru akan menciptakan ketidakeraturan, ketidakharmonisan. Melakukan segala sesuatu dengan adabnya, percaya kepada Allah maka akan menemukan ketenangan. Allah itu Ar Razaq, pemberi rizki. Maka kenapa masih galau tentang rizki yang dimiliki? Allah itu Al Khaliq, Maha Pencipta. Lalu kenapa masih bergantung kepada makhluk? Allah itu Al Haq; nyata. Lalu kenapa masih percaya pada yang tidak nyata? Pada bayangan?

Banyak orang yang stress karena takut kehilangan apa yang dimiliki. Apa yang dikhawatirkan itu sesungguhnya hanya bayangan. Bayangan itu ada jika ada cahaya. Jika mengejar bayangan, maka sama dengan menjauhi (membelakangi)  cahaya. Berarti semakin dikejar bayangan itu akan semakin menjauh dan akan semakin menjauh pula dari cahaya.  Jika mendekat pada cahaya, maka bayangan yang justru mengikuti. Bayangan itu dunia. Dunia adalah makhluk Allah, dunia adlah segala sesuatu yang tidak abadi. Banyak orang bingung karena mengejar sesuatu yang fana, semakin mengejar dunia maka akan semakin kehausan. Maka pilihlah cahaya. Cahaya itu adalah Allah, Allah Maha Bercahaya, Allah Maha Benar, semua jelas.

Seringkali orang menggunakan orientasi yang keliru. Dalam mencintai sesuatu, apa yang dicintai? Allah, atau ciptaan Allah? Yang sesungguhnya dicari adalah cinta Allah, bukan cinta dari makhluk Allah. Manusia mencintai Allah, tapi seringkali terlena oleh makhluk ciptaan Allah. Bagaimana jika Allah tau telah dibohongi?  Bukan Allah yang dicintai, tapi ciptaannya lah yang lebih dicintai. Dalam belajar (sekolah), apa yang dicari? Ilmu atau hasil dari ilmu? Banyak orang yang kuliah agar mendapat pekerjaan yang menghasilkan uang lebih banyak. Jika kuliah tujuannya adalah mendapatkan uang, maka ketika telah memiliki uang, lalu untuk apa kuliah? Dlam bekerja ketika tidak memiliki orientasi yang jelas, maka tidak aka nada hasilnya. Yang terjadi di negara maju sekarang ini adalah orang- orang kaya justru kembali pada nilai- nilai spiritual. Krmbali pada pertanyaan, untuk apa semua yang dimiliki ini? Maka Allah lah satu- satunya orientasi.

Kembali pada Allah, seringkali diselewengkan dengan tidak realistis. Seringkali terdapat orang yang sejatinya tidak realistis dalam bersikap, namun mengatasnamakan kembali pada Allah. Mudah untuk membedakan keduanya, dapat dianalogikan dengan sikap berani dengan ngawur. Berani itu adalah tindakan yang sistematis, sedangkan ngawur adalah tindakan tanpa perhitungan. Berharap pada Allah itu adalah ikhtiar, Allah sesuai dengan persangkaa hambaNya. Maka harus selalu optimis. Sedangkan tidak realistis itu yang tidak berikhtiar, tanpa tindakan yang sistematis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 17 other followers

Categories

Blog Stats

  • 12,065 hits
%d bloggers like this: