Menulis Bebas

Sejarah Islam (Masuknya Islam hingga Fathul Makkah)

Posted on: September 3, 2012

Orang- orang besar itu adalah orang yang bisa melihat masa depan melalui kaidah- kaidah sejarah. Maka Allah memerintahkan pada umat islam agar apa ang dilalui menjadi pelajaran untuk masa depan. Hadits Rasulullah: ”Masa kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang masakekhalifahan mengikuti manhaj kenabian, selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang masaraja-raja yang menggigit selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa raja-raja yang memaksakan kehendak dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, setelah itu akan terulang kembali kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau terdiam.” (Hadits hasan riwayat Imam Ahmad 37/361) . Ini adalah gambaran umum perjalanan sejarah umat Islam. Terangkum dalam sabda nabi ini, dan kita hanya bisa menerka kita berada di zaman mana.

Inilah masa perputaran kejayaan, dan dalam belajar sejarah memang zaman itu berputar. Dalam menerjemahkan sejarah, sejarah itu berputar seperti perputaran spiral. Artinya adalah mengalami masa yang sama dengan konteks yang berbeda. Bisa jadi kita merasakan kelamnya masa yang dialami umat Islam, namun harus ada optimisme akan adanya terbit fajar. Kita harus optimis terhadap masa yang dijanjikan Rasulullah. Hanya manusia besar yang bisa menangkap tanda- tanda kebangkitan. Darimana dia bisa memahami itu? Dari sejarah.

Sebagaimana Allah memberikan sebuah kejutan terhadap manusia, ketika terfokus pada datangnya ratu adil/ Al Masih, Allah mendatangkan manusia di tanah Hijaz, di negeri Makkah. Terletak di tengah- tengah 2 peradaban besar, Persia dan Romawi. Kedua peradaban besar itu tidak sekalipun melirik Makkah karena bukan merupakan wilayah yang menjanjikan. Dari sini kita bisa menggali hikmah, benih- benih itu tumbuh di padang tandus. Dalam segi peradaban mayarakat Makkah merupakan masyarakat yang masih polos, tidak dipengaruhi oleh Yunani atau Romawi. Bagaikan gelas kosong yang akan diisi, maka ketika diisi bisa langsung terisi. Bagaikan kertas putih yang belum ditulisi, coretannya pun menjadi lebih indah. Kemudian masyarakat ini merdeka, membangun sebuah peradaban. Belajar dari kaum bani Israil, yang diberikan berbagai nikmat Allah SWT. Namun memiliki kelemahan, yaitu menjadi bangsa yang terjajah oleh Firaun. Sehingga memang benar bahwa Yahudi merupakan bangsa yang terjajah hingga dibebaskan Nabi Musa menuju tanah yang dijanjikan, Yerusalem. Namun mereka memiliki mentalitas budak. Ketika dibawa ke tempat yang baru mereka masih berfikir, ketidaksiapan untuk hidup di tempat yang baru.

Nah, bedanya dengan orang Arab, mereka setelah merdeka tetap memiliki mentalitas merdeka. Sehingga ketika dihadapkan dengan Romawi, mereka memiliki keberanian. Inilah karakter orang Arab, pemberani, menjunjung tinggi kejujuran, gotong royong. Ini akan berpengaruh ke peradaban selanjutnya. Abu Sofyan sekalipun ketika ditanya Heraclius tentang Nabi Muhammad tidak bisa berbohong bahwa Nabi Muhammad adalah orang terbaik. Dalam medan perang tidak pernah gentar. Peradaban pada masa itu dimulai dari peribadatan. Madinah boleh jadi daerah yang subur, begitu pula Thaif. Namun Makkah merupakan daerah yan tangguh, menjadi pusat peribadatan. Disinilah terjadi percampuran budaya dan adat karena banyaknya bangsa yang datang kesitu. Interaksi ini menyebabkan orang Makkah memiliki kecerdasan yang baik. Daerah yang tandus menyebabkan masyarakat Makkah memiliki sifat yang dinamis, sebagai pedagang yang melakukan perjalanan keluar Makkah.
Potensi yang ada pada masyarakat gurun pasir itu semakin tajam setelah datangnya Rasulullah SAW. Hal ini telah tercantum pada Al Quran. Sehingga ketika ingin membangun sebuah peradaban, kembali pada Al Quran. Al Quran telah mengalahkan filsafat Yunani, mengalahkan kebikjakan cina. Al Quran memberikan kejelasan masa depan.

Direkam dalam sejarah, ketika hijrah orang yang menjadi pengikut adalah 1500. Jadi dalam 13 taun mendapat 1500 pengikut. Pada masa Fathul makkah telah menjadi 10.000 orang dan masa haji wada telah mencapai 125.000. ini merupakan jumlah yang besar dengan rentang waktu yang singkat. Sangat luar biasa dalam dakwah Rasulullah. Karakter masyarakat di masa rasulullah adalah masyarakat yang taat. Karakter kedua adalah keimanan yang progressif, artinya sangat cepat dalam perubahan. Kita bisa lihat pada Umar bin Khattab. Beliau datang pada Nabi dengan tujuan untuk membunuh, tapi ketika telah bershahadat maka menjadi pembela Islam yang tangguh. Salah satu factor yang menyebabkan generasi sahabat sangat hebat, yang pertama adalah berpegang pada Al Quran dan ketika meninggalkan kejahiliyahan mereka meninggalakan semuanya, semua masa lau ditinggalkan. Mungkin berbeda sekali dengan kita yang sedikit sedikit berubahnya. Inilah yang dimaksud perubahan progressif sahabat Nabi. Pada masa itu ada pembinaan yang bertahap. Latihan yang bersifat amaliyah. Dan setelah pindah ke Madinah, Rasulullah mengajari bagaimana membangun peradaban. Diawali dengan diplomasi, mengirim surat kepada raja- raja sekitar, hingga berkembang menjadi perdaban.

Ditulis berdasarkan materi dalam kelas “Sejarah Islam”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 17 other followers

Categories

Blog Stats

  • 12,032 hits
%d bloggers like this: