Menulis Bebas

Archive for November 2013

Suasana Seminar- Roadshow (dok.pribadi)

Suasana Seminar- Roadshow (dok.pribadi)

Rizki itu, telah diatur jauh bahkan sebelum kita ada. Mau bagaimanapun prosesnya, sesuatu yang akan menjadi milik kita, pasti akan mendatangi kita.

***

Ini adalah tentang sebuah tiket seminar  Beasiswa Erasmus Mundus dan Roadshow Film 99 Cahaya di Langit Eropa. Saya tidak merencanakan untuk datang di acara tersebut, mengingat di hari dan jam yang sama ada acara lain yang lebih prioritas. Dan saya pun tidak memperhatikan ketika ada lelang tiket untuk acara itu di grup WA.  Namun pada H-2, acara yang sudah saya agendakan itu di re-schedule. Fix, sedih itu adalah acara yang sudah diagendakan tiba- tiba tidak jadi. Namun yang lebih sedih lagi adalah kehabisan tiket untuk sebuah acara yang pengen banget didatangi.

Hari itu Jumat, 15 November 2013 ketika pagi hari teman asrama mengajak datang bareng seminar –tepat di hari pelaksanaan. Kyaaa… ya sudahlah, akan ada waktu untuk menghadiri seminar lain. Sampai siangnya habis kuliah saya merasa migraine,  hasil dari kuliah kehujanan sehari sebelumnya.  Maka Jumat siang saya memutuskan untuk tidur, sampai saya tau bahwa HP saya berdering. Hampir pukul 13.00, sebuah berita dari seorang kawan bahwa dia menghibahkan tiket seminar itu untuk saya. Setelah ber WA dengan dua orang kawan, sebut saja namanya Indri dan Chaye untuk datang bareng…  Jadilah, hari itu dibawah gerimis saya menuju JEC.

Saya membayangkan sebuah ruangan yang lapang seperti seminar- seminar pada umumnya, but in fact saya melihat lautan manusia sudah memenuhi ruang di JEC. Saya kira persentase orang yang datang dengan niat roadshow film a.k.a ketemu artis lebih banyak dibanding yang minat seminar Erasmus Mundus. Ini terlihat dari kondisi awal seminar dari EU Representative dan alumni Erasmus Mundus, peserta masih kalem- kalem dan duduk rapi. Sampai ketika sesi seminar selesai dan break untuk shalat ashar, peserta masih tertib. Diselingi demonstrasi aplikasi make-up dari Wardah, peserta masih tenang. Suasana berubah ketika negara api menyerang MC memanggil nama Abimana Aryasatya (pemeran Rangga). Sama seperti selanjutnya ketika pemilik novel Rangga Almahendra dan Hanum Rais menuju panggung. Disusul Dewi Sandra, Alex Abbad, Dian Pelangi dan lainnya…

Dewi Sandra dan Alex Abbad

Dewi Sandra dan Alex Abbad (dok.pribadi)

Ketika awal datang dan melihat tempat telah penuh, saya memang tidak tau malu berani untuk nyeseg-nyeseg (menerobos-pen) tempat bagian depan. Ini karena faktor mata saya minus dan kurang jelas kalau di belakang. Namun kemudian hal yang lebih brutal dilakukan banyak orang ketika talkshow telah dimulai. Space yang menjadi jalan telah dipenuhi bejibun orang dengan kamera ditangan. Area dengan garis batas yang tadinya dilarang untuk ditempati, sudah penuh dengan orang- orang yang bergerak mendekati panggung.

Tidak  apa- apa kalaupun orang- orang ngefans dengan artis, namun tidak ada jalan keluar karena pintu terhalang  dan menyulitkan saya dengan dua kawan di sebelah mau keluar. Tiba- tiba Chaye harus ke kampus saat itu juga.  Di saat seperti ini kita bisa melihat sejauh mana kreativitas seseorang. Menghadapi situasi demikian hal normal yang pertama dilakukan adalah bertanya pada panitia, apakah pintu terdekat bisa dibuka untuk keluar. Sedihnya panitia menjawab “tidak”. Jadi kami harus melewati pintu yang lebih jauh (dengan kapasitas sekitar 1200 orang, bisa dibayangkan jarak  bagian depan ruang dengan pintu keluar di bagian belakang). Akhirnya muncul ide yang jadi perdebatan untuk mencari solusi bagaimana bisa keluar dari ruangan.

Saya       : Lewat depan panggung aja (bisa ke shoot juga sangking dekatnya dengan para artis yang lagi ngomong)

Indri       : Malu…. Lewat sana aja (pintu masuk artis ke panggung- Indri lebih freak dari saya)

Saya     : Kamu kan bukan artis -_-

Bukan masalah bagaimana cara kami keluar dari ruangan yang menjadi topic pada acara itu, karena kami bisa keluar dengan tidak tau malu aman melewati orang- orang yang sedang duduk. Hari itu diinfokan seputar Erasmus Mundus. Pengenalan dan how to apply beasiswa Erasmus Mundus.  Erasmus Mundus sendiri berasal dari kata Erasmus, nama seorang ahli teologi dan humanis kebangsaan Belanda dengan nama lengkap Desiderius Erasmus Roterodamus yang katanya orang paling pandai pada abad itu (Abad 15). Sedangkan Mundus artinya dunia. Segala hal tentang aplikasi beasiswa ini ada di http://emundus.wordpress.com.

Bagaimana kata alumni tentang Erasmus Mundus? Kata mereka lulus dari EM memiliki keistimewaan Ijazahnya dikeluarkan oleh minimal dua negara, dua universitas dan ditandatangani dua rector. Ini baru dua, bahkan ada yang 7 negara, 7 universitas, dan ditandatangani 7 rektor. Bagi negara dengan penduduk mayoritas muslim seperti Indonesia, hal yang dikhawatirkan ketika ke luar negeri adalah tentang ibadah, makanan halal, cara berpakaian, dan etika. Para alumni mengisahkan bahwa hal- hal semacam itu tidak perlu dirisaukan, masyarakat eropa memiliki toleransi dalam hal beragama, terlebih Islam semakin berkembang di Eropa. Tentang makanan, jika pun tidak tau mana yang halal- haram, asal kita declare bahwa kita muslim, teman disekitar  bakal memberi tahu mana yang  halal mana yang tidak.

Sesi talkshow tidak saya ikuti sampai selesai. Meski saya penyuka novel 99 Cahaya di Langit Eropa dan penyuka film, saya tidak terlalu minat untuk berdesak- desakan, teriak- teriak histeris saat melihat artisnya. Saya sudah khatam novel 99 Cahaya di Langit Eropa dan sudah membuat resensinya di http://www.wordsofnicesoul.net/2013/03/15/antara-sejarah-dan-fiksi/. Saatnya menunggu filmnya tayang, di Jogja sendiri film ini akan tayang pada 5 Desember mendatang. Siap- siap booking tiket!.

2013-11-15 15.36.41

Dian Pelangi (dok.pribadi)

Perwakilan UE (dok.pribadi)

Perwakilan UE (dok.pribadi)

Kelakuan Brutal Peserta (dok.pribadi)

Kelakuan Brutal Peserta (dok.pribadi)

Tags: , , ,

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 16 other followers

Categories

Blog Stats

  • 11,577 hits