Menulis Bebas

Archive for March 2014

Membuat passport bisa dilakukan dengan mendatangi langsung kantor imigrasi setempat. Bisa juga dilakukan secara online. Dengan cara online ini lebih cepat tanpa harus antri panjang di kantor imigrasi. Selain itu pembuat passport juga bisa menentukan jadwal sendiri kapan akan mendatangi kantor imigrasi. Untuk prosedur secara online, siapkan dokumen terlebih dahulu. Secara umum, dokumen yang perlu disiapkan bagi warga negara Indonesia yang berdomisili atau berada di Wilayah Indonesia (Dirjen Imigrasi RI, 2014) adalah:

Read the rest of this entry »

Selama enam minggu di Bogor, weekend atau hari tertentu pasti menyempatkan jelajah kuliner. Mengikuti ritme kerja PNS selama di BB Biogen, dari Senin-Jumat jam 17.30-16.00 (on time banget!) ternyata cukup melelahkan. Jadilah yang selama ini terbiasa dengan ritme mahasiswa yang bebas ngatur waktu, berasa week end adalah hari kebebasan. Kebebasan berekspresi untuk menjelajah Bogor, meski hanya di beberapa titik karena keterbatasan waktu dan aktivitas.

Read the rest of this entry »

waktu pesta

Judul           : Waktu Pesta
Penulis        : Dodi Prananda, dkk
Penerbit      : PT Elex Media Komputindo
Halaman     : 290 hlm
Tahun         : 2013

Teruntuk para pembaca,
Atas nama cinta,
kami torehkan manis dan pahitnya warna pelangi.
Atas nama gelora, kami sampaikan kelam dan indahnya asa.
Atas nama sang imaji, kami tunjukkan peranan tak terduga di batas khayal.
Dan atas nama para penulis, kami mengundang Anda untuk berpesta!
Mari nikmati segala suasana dan ingar-bingarnya Waktu Pesta!
Karena seperti yang tertulis pada kartu undangan kami semasa kecil:

“Tiada kesan tanpa kehadiranmu”

Read the rest of this entry »

misykat

Judul               : Misykat, Refleksi Tentang Islam, Westernisasi & Liberalisasi

Pengarang       : Hamid Fahmy Zarkasyi

Cetakan           : Kedua 2012

Penerbit           : INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization)

“Saat ini cendekiawan  muslim seperti berbondong- bondong merespon isu kebebasan, persamaan, hak asasi, demokratisasi, segala bidang dengan dalil- dalil Al Quran dan hadits. Tentu dengan konsekuensi mengubah framework, metodologi, dan mindset sesuai dengan  ilmu- ilmu humaniora barat. Akhirnya, tanpa terasa cendekiawan Muslim itu berfikir dengan pendekatan humanistis, liberalistis, dan dekonstruksionis, dan bahkan relativistis. Padahahal, mereka itu penampilannya tetap religius serta mengutip ayat- ayat Al Quran dan hadits dengan fasih”.

Read the rest of this entry »

sampulmerekabesarkarenamembaca_03

Judul                           : Mereka Besar Karena Membaca
Penulis                         : Suherman, M.Si
Penerbit                       : Literate Publishing
Jumlah Halaman           : 277 hlm
Cetakan Pertama          : 2012

”Books are the carriers of civilization.  Without books, history is silent, literature dumb, science crippled, thought and speculation at a standstill.”  Barbara Tuchman

Dalam sejarah peradaban dunia kita mengenal sosok- sosok besar di setiap zaman. Karl Marx, Malcolm X, Hasan al Banna, Steve Jobs, Che Guevara, Fidel Castro, hingga Soekarno- Hatta. Mereka adalah pemimpin dengan latar belakang ang berbeda, pada masa yang berbeda, memperjuangkan hal yang berbeda, namun mereka memiliki car ayang sama untuk menjadi pemimpin besar yang namanya diingat dalam sejarah. Kesamaan itu ada pada kecintaan mereka terhadap buku. Karena buku mereka membuat perubahan besar yang mendunia.

Read the rest of this entry »

risk

Sebagaimana burung yang tidak pernah diajari untuk terbang, ia bisa menemukan caranya sendiri untuk membelah angkasa. Mematahkan belenggu yang mengekang hingga terlepas bebas, menjadi layaknya seekor burung. Membentangkan sayap hingga terkembang di angkasa. Sebagaimana burung yang tidak pernah takut jatuh karena tinggginya ia terbang. Dan tidak pernah lelah mengepakkan sayap sebelum mencapai tujuan.

Read the rest of this entry »

Tags: ,
Panggung Teater Margi Wuta

Panggung Teater Margi Wuta

Pada umumnya pertunjukan seni diperuntukkan bagi mereka yang memiliki indera lengkap untuk menikmati keindahan seni. Baik itu penglihatan, pendengaran, atau perabaan. Terutama sekali untuk teater, seseorang harus bisa melihat pertunjukan diatas panggung. Lalu bagaimana mereka yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan? Lantas apakah teater hanya diperuntukkan bagi mereka yang bisa melihat saja? Untuk pertama kalinya saya menyaksikan, bahwa teater tidak hanya bisa dinikmati bagi orang yang bisa melihat. Asumsi bahwa teater hanya bisa disampaikan secara visual menjadi latar belakang adanya pertunjukan ini. Lebih mengejutkan lagi bahwa penonton berada satu panggung dengan pemain. Hebat bukan ^^

Read the rest of this entry »


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 16 other followers

Categories

Blog Stats

  • 11,577 hits