Menulis Bebas

Jalan Cinta Para Pejuang

Posted on: March 8, 2014

Penulis            : Salim A. Fillah

Penerbit          : Pro-U Media, Yogyakarta

Tahun             : 2008

Cetakan          : ke-5 Juni 2011

Halaman        : 344 hlm

Ukuran           : 14×20 cm

 

Satu kata cinta Bilal:

“Ahad!”

Dua kata cinta Sang Nabi:

“Selimuti aku…!”

Tiga kata cinta Ummu Sulaim

“Islammu, itulah maharku!”

Empat kata cinta Abu Bakr

“Ya Rasulullah, saya percaya…!”

Lima kata cinta ‘Umar

“Ya Rasulullah, izinkan kupenggal lehernya!”

Selamat datang di jalan cinta para pejuang!

Buku ini terdiri dari 3 langkah, langkah pertama: dari dulu beginilah cinta. Dari ilustrasi diatas mengambarkan berbagai definisi cinta, disana disebutkan  berbagai versi cinta dari berbagai persepsi. Dari versi Romeo-Juliet, Layla-Majnun, dan teori-teori  scientific hasil kajian para ilmuan, penulis membawa pembaca untuk menelusuri dari mana datangnya cinta yang begitu agung yaitu Cinta kepada Pencipta yang yang jauh lebih tinggi dibanding cinta sesama manusia. Langkah kedua: dunia kita hari ini. Langkah ini mengantakan pembaca pada realitas hari ini. bahwa manusia memang memiliki keterbatasan dalam takdir, namun bukan takdir itu menjadi pembatas, melainkan pilihan yang Allah berikan terhadap manusia dalam menyikapi setiap peristiwa yang terjadi.  Langkah ketiga: jalan cinta para pejuang. Pada bagian ini merupakan penguatan. Ibarat sebuah bangunan, bagian ini adalah atap  yang menjadi penyempurna fondasi dan tiang di langkah sebelumnya.

Buku ini banyak berisi sirah Rasulullah saw, kisah para sahabat Rasulullah dalam kehidupan islam. Masing-masing dengan cara mereka yang unik, melakukan berbagai upaya  menegakkan agama. Mereka memiliki tujuan yang sama, memuliakan Islam, namun dengan lorong- lorong yang berbeda. Penulis menyampaikan esensi dari pesan yang ingin disampaikan dengan rangkaian kata yang mudah dipahami dan indah dirasakan.

Sasaran dari buku ini menyeluruh, mengajak pembaca dari berbagai kalangan untuk kembali melakukan flashback, memberikan berbagai penawaran dengan banyaknya ilustrasi jalan dakwah. Buku ini mungkin dianggap using karena mengangkat kisah yang terjadi 1500 tahun yang lalu. namun demikian, penulis menyeimbangkan dengan berbagai kisah masa kini dengan tokoh- tokoh kontemporer. Setian bahasa melangit telah penulis jelaskan dengan bahasa yang membumi. Jadi disini  pembaca dapat dengan cepat menangkap makna dari rangkaian kata yang sengaja disusun dengan bahasa yang indah. Penggunaan bahasa ini mengantarkan pembaca untuk membaca dengan mata dan hati. Seringkali rangkaian kalimat mempengaruhi emosi pembaca. Bisa dikatakan buku ini menghibur namun berbobot.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 16 other followers

Categories

Blog Stats

  • 11,414 hits
%d bloggers like this: