Menulis Bebas

Bogor: Kota 1001 Kuliner

Posted on: March 25, 2014

Selama enam minggu di Bogor, weekend atau hari tertentu pasti menyempatkan jelajah kuliner. Mengikuti ritme kerja PNS selama di BB Biogen, dari Senin-Jumat jam 17.30-16.00 (on time banget!) ternyata cukup melelahkan. Jadilah yang selama ini terbiasa dengan ritme mahasiswa yang bebas ngatur waktu, berasa week end adalah hari kebebasan. Kebebasan berekspresi untuk menjelajah Bogor, meski hanya di beberapa titik karena keterbatasan waktu dan aktivitas.

Jadi ada beberapa tempat yang menjadi pusat wisata kuliner. Salah satunya adalah Taman Kencana. Ada beberapa makanan yang ternyata enak banget. Sampai hafal nomor angkotnya. Kalau dari Cimanggu, ke stasiun Bogor naik nomor 7, baru pindah nomor 3 dan tinggal bilang ke Taman Kencana. Ada salah satu kedai yang disitu khas dengan Pizza Kayu Bakar. Pizza Kayu Bakar ini jenis pizza italia. Juga dengan homemade hot plate noodle. Mie nya ada beda khasnya dengan mie di kedai- kedai lainnya.

Wood-Fired Oven Pizza

Wood-Fired Oven Pizza (dok. pribadi)

Wood-Fired Oven Pizza

BBQ Smoked Beef  Wood-Fired Oven Pizza (dok. pribadi)

Homemade Hot Plate Noodle

Blackpaper Beef – Homemade Hot Plate Noodle (dok. pribadi)

Masih di kompleks Taman Kencana ada Macaroni Panggang. Sebenarnya belum pernah kesini sih, cuma lihat bangunannya dari luar aja ^^V

Selain di Taman Kencana, ada juga martabak Air Mancur. Letaknya aja yang di dekat air mancur. Enaknya martabak ini banyak variannya dan tebal lapisan isinya.

Martabak Air Mancur (Beef)

Martabak Air Mancur (Beef) (dok. pribadi)

Martabak Air Mancur (Tiramisu)

Martabak Air Mancur (Tiramisu) (dok. pribadi)

Kemasan MArtabak Air Mancur

Kemasan Martabak Air Mancur (dok. pribadi)

Es Teler Air Mancur

Es Teler Air Mancur (dok. pribadi)

Bogor punya banyak jenis kuliner yang belum semuanya sepat saya jelajahi. Terkadang karena keterbatasan uang  waktu dan akses kendaraan, justru makan di KFC/ CFC lebih terjangkau. Terutama karena pas ke Bogor bertepatan dengan musim hujan, setiap hari pasti hujan. Mau pergi- pergi agak repot dengan kondisi hujan deras. Beda juga seperti Jogja yang punya banyak tempat nongkrong mahasiswa seperti saya yang lebih suka ke toko buku, disini hanya ada satu toko buku Gramedia di Botani Square. Jadi ketika sekali jalan ke Botani Square, akan lebih efektif dan efisien kalau sekalian makan di Botani Square.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 16 other followers

Categories

Blog Stats

  • 11,414 hits
%d bloggers like this: