Menulis Bebas

Membuat Passport Baru: Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta

Posted on: March 30, 2014

Membuat passport bisa dilakukan dengan mendatangi langsung kantor imigrasi setempat. Bisa juga dilakukan secara online. Dengan cara online ini lebih cepat tanpa harus antri panjang di kantor imigrasi. Selain itu pembuat passport juga bisa menentukan jadwal sendiri kapan akan mendatangi kantor imigrasi. Untuk prosedur secara online, siapkan dokumen terlebih dahulu. Secara umum, dokumen yang perlu disiapkan bagi warga negara Indonesia yang berdomisili atau berada di Wilayah Indonesia (Dirjen Imigrasi RI, 2014) adalah:

1. Kartu tanda penduduk yang sah dan masih berlaku
2. Kartu keluarga
3. Akta kelahiran, akta perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis
4. Surat izin dari instansi yang berwenang bagi yang akan bekerja di luar negeri
5. Surat pewarganegaraan Indonesia bagi Orang Asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
6. Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama.

Untuk mahasiswa, perlu surat rekomendasi dari fakultas yang bersangkutan. Untuk fakultas pertanian UGM, tinggal datang ke bagaian akademik dan bilang ke petugas. Nanti akan diminta petugas untuk menuliskan identitas, dan petugas akan memberitahukan kapan surat bisa diambil. Setelah surat diambil, maka perlu minta tanda tangan Dekan. Namun demikian tergantung dari bagian akademik yang membuat surat, apakah dekan atau atas nama dekan sehingga tanda tangan yang diperlukan adalah tanda tangan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Terakhir, setelah mendapat tanda tangan Dekan/Wadek, kemudian meminta nomor surat dan stempel ke bagian tata usaha.

Surat Rekomendasi Fakultas

Surat Rekomendasi Fakultas

Jadi untuk mahasiswa yang belum menikah dan belum pernah ganti nama, dokumen yang diperlukan ada 4: KTP, kartu keluarga, akta kelahiran/ ijazah, dan surat rekomendasi fakultas. Dokumen- dokumen ini di scan dan di fotokopi. Perlu dipehatikan, ukuran maksimal dokumen yang diupload adalah 1,8 MB, sehingga lebih baik dipastikan ukuran dokumen sebelum diupload berukuran dibawah 1,8 MB.
Setelah softcopy dokumen siap, masuk ke http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp. Pilih Pra Permohonan Personal.

Paspor 1 Screenshot - 30_03_2014 , 21_58_47

Jenis permohonan yang dipilih adalah baru-paspor biasa, 48H perorangan. Identitas lain diisi sesuai identitas asli. Bagi yang statusnya mahasiswa asli (belum bekerja) pilih “lainnya”.

Paspor 2 Screenshot - 30_03_2014 , 22_05_08

Klik “lanjut” setelah selesai mengisi form diatas. Akan muncul tampilan seperti berikut:

Paspor 3 Screenshot - 30_03_2014 , 22_11_34

Lalu isi form:

Paspor 4 Screenshot - 30_03_2014 , 22_12_04
Klik lanjut dan selanjutnya upload dokumen. Dokumen yang diupload adalah: KTP, KK, akta kelahiran/ ijazah, dan surat rekomendasi fakultas. Akan lebih cepat jika ukuran dokumen dibawah 500 kb (minimal 100 kb). Namun perlu diperhatikan kualitas gambar. Jika kualitasnya kurang baik maka akan muncul tulisan “Kualitas gambar kurang baik, silahkan upload gambar yang memiliki kualitas lebih baik”.

Setelah upload berhasil maka akan muncul tampilan Kanim, Pilih Kanim 1 Yogyakarta:

Paspor 5 Screenshot - 30_03_2014 , 22_46_02

Tulis dulu kodenya baru lihat tanggalnya:

Paspor 7 Screenshot - 30_03_2014 , 22_48_29

Klik OK dan selesai. Lembar konfirmasi segera terkirim ke email saat itu juga. Lembar konfirmasi sebagai berikut:

Screenshot - 30_03_2014 , 23_38_33

Setelah selesai dengan urusan online dan print lembar konfirmasi, segera transfer pembayaran sesuai yang tertera di lembar konfirmasi ke Bank BNI (buka dari jam 8 pagi). Jumlah keseluruhan adalah Rp. 260.000 (tambahan 5000 di BNI). Lembar konfirmasi dan bukti pembayaran di BNI dibawa ke kantor imigrasi. Sebaiknya datang pagi- pagi agar tidak terlalu banyak antrian. Kantor imigrasi pasti ramai setiap harinya. Kantor imigrasi Yogyakarta terletak di Jalan Solo Km. 10, Maguwoharjo, Depok, Sleman, tepat sebelum bandara.

Pembuat passport online dilayani di loket online. Enaknya dengan online bisa langsung dapat jam foto dan wawancara tanpa harus menggunakan nomor antrian. Di loket online dikumen yang dikumpulkan sama dengan yang diupload, foto kopiannya saja. Setelah mendapat jam foto, nama pembuat passport dipanggil oleh petugas untuk foto. Selanjutnya menunggu panggilan untuk wawancara. Wawancara ini cukup singkat, biasanya seputar tujuan ke luar negeri dan sejenisnya. Petugas akan memberikan informasi kapan passport bisa diambil. Tidak lama, skitar 3 hari kerja. Jika pembuatan passport sehari sebelum hari libur, maka hari libur tidak dihitung. Kalau saya, hari kamis 27 Maret 2014 ke kantor imigrasi, hari sabtu, ahad, dan senin libur sehingga baru bisa diambil pada tangal 2 April 2014.

Advertisements

3 Responses to "Membuat Passport Baru: Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta"

Cie cie, yang mau ke luar negeri. Seneng pasti ya.

Kyaaa, baru di buka. Biasa aja tuh.. hahaha

[…] malam itu Ayunda tidak mengajak ngobrol, maka pembuatan passport saya pasti tertunda- tunda. Segera, saat itu juga saya ambil dokumen- dokumen yang diperlukan. Di […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 16 other followers

Categories

Blog Stats

  • 11,414 hits
%d bloggers like this: