Menulis Bebas

Water Harvesting dan Budidaya Lele

Posted on: May 13, 2014

2014-05-11 11.00.29Biasanya, untuk mengembangkan suatu daerah, orang akan fokus pada potensi positif yang dimiliki suatu daerah. Potensi alam dengan view yang bagus, kemudian dikembangkan menjadi daerah wisata. Potensi tanah yang subur kemudian dikembangkan menjadi sentra agribisnis. Lalu bagaimana daerah yang tidak memiliki potensi positif yang dapat diunggulkan?

Itu terjadi di daerah tempat tinggal saya, Gunungkidul. Menjadi daerah kering dengan dominasi batuan karst menjadikan daerah ini hampir tidak memiliki potensi unggulan. Air tidak tersedia sepanjang tahun, karena air hujan yang jatuh langsung turun menjadi sungai bawah tanah. Bahkan di daerah tertentu, seperti di daerah batuan kapur bagian selatan, orang harus jalan berkilo- kilometer untuk memperoleh seember kecil air. Mengutip dari bapak pembina saya, sesungguhnya potensi itu tidak hanya yang positif saja, sesuatu yang negatif pun bisa menjadi potensi untuk dikembangkan. Daerah Dhaksinarga yang kering ini, di tangan orang- orang hebat menjadi daerah potensial.

Kolam terpal di pekarangan rumah.

Kolam terpal di pekarangan rumah.

Beberapa hari yang lalu saya bersama kakak, Ammah, sekaligus partner sejak semester 1 (bahkan sejak sebelum saya diterima di UGM) diskusi, tentang rencana “kita mau ngapain nih di Banaran?”. Karena saya orang pertanian, dan Am Indah perikanan, kegiatan kami tidak jauh- jauh dari bidang itu. Surprise buat saya, karena ternyata Am Indah sudah mengerjakan kegiatan perikanannya dan sekarang ini tengah belajar perikanan lahan kering dari dosen saya di pertanian, Pak Anjal. Semester lalu, saya mengikuti kelas beliau. Saya sangat tertarik dengan proyek water harvesting yang beliau kerjakan di Gunungkidul. Saya sempat berdiskusi tentang water harvesting ini, dan beliau mempersilahkan jika ingin datang ke daerah Nglipar, Gunungkidul untuk melihat bagaimana cara memanen air. Namun demikian saya belum sempat melihatnya. Ternyata Allah mempertemukan saya dengan Pak Anjal di Nglipar beberapa hari lalu (11/05/2014).

Kolam Permanen dengan Tanaman Sayur

Kolam Permanen dengan Tanaman Sayur

Saya tiba pukul 10.00 WIB di Nglipar, sesampainya disana Am Indah mengajak saya melihat kolam yang beliau buat. Default kolam disini tidak boleh kurang dari 70 cm, mengingat cuaca yang panas dan penyinaran penuh. Setelah memberi makan ikan- ikan, kami berpindah menuju tampungan air utama. Dari sumber air yang ada, dibuat saluran sehingga air berpindah ke tampungan besar. Dari tampungan ini ait bisa dimanfaatkan untuk perikanan dan kebutuhan sehari- hari masyarakat. Di dekat tampungan air ini kolam ikan dibuat. Kolam ikan Pak Anjal sudah berupa kolam permanen. Ada total 7 kolam yang permanen digunakan. Diatas kolam terdapat tanaman sayur yang ditanam dengan metode rakit apung. Tanaman- tanaman ini merupakan pekerjaan Am Indah, beliau memanfaatkan gelas air mineral yang sudah tidak terpakai sebagai tempat menanam.

Pak Anjal, Menikmati Profesi sebagai Juragan Lele

Selepas shalat dzuhur, kami menemui Pak Anjal di kolam. Beliau langsung berujar “Sepertinya pernah lihat?”, iya karena saya berada di kelas beliau semester lalu. Sementara beliau menemui pembeli, Am Indah dan saya melihat kolam, melihat cara- cara pemanenan lele. Maklum, saya selama ini berkutat dengan tanaman, jadi melihat panen ikan seperti sesuatu yang wah bagi saya. Pertama, Air kolam dipompa keluar. Selang yang terendam air kolam dilapisi dengan penyaring agar ikan tidak ikut terpompa. Setelah air surut baru lele diambil menggunakan jaring, dipindahkan ke dalam keranjang, langsung ditimbang. Dari keranjang timbangan, lele dimasukkan dalam karung untuk memindahkannya ke dalam bak penampungan untuk diangkut. Pak Anjal memanggil kami untuk ngobrol. Beliau bercerita banyak. Tentang pemanenan air, pembuatan probiotik untuk ikan, dan kegiatan- kegiatan beliau lainnya. Saat itu beliau menikmati peran sebagai juragan lele. Bahkan beliau bisa menebak berat sekeranjang lele hanya dengan melihatnya. Lebih surprise lagi, Pak Anjal yang asli lampung ternyata fasih berbahasa jawa halus, bahasa yang digunakan saat upacara adat jawa. Waaah… ternyata beliau lebih njawani dibanding saya yang asli jawa.

Begini asyiknya kalau belajar langsung, bukan di kelas. Saya tidak terlalu bisa membayangkan, bagaimana water harvesting itu dibuat, dan sulit membayangkan bagaimana mengalirkan air dari sumber antah barantah sampai bisa diakses masyarakat. Bagaimana fermentasi skala besar dan berhasil… semua itu menyenangkan. Ah, saya pikir beginilah asyiknya sekolah alam zaman sekarang. Pantas saja saya sempat jenuh ketika sekolah. Zaman dulu, saya sekolah di kelas saja, belum ada sekolah alam seperti sekarang. Ah, jadi gagalfokus. Jadi selanjutnya karena pemanenan lele selesai saya segera pamit pulang, keburu dimarahi emak karena kelamaan.

Bak utama penampungan air dari proses water harvesting.

Bak utama penampungan air dari proses water harvesting.

Tidak ada air mubadzir dengan rain water harvesting.

Tidak ada air mubadzir dengan rain water harvesting.

Efisiensi, pertanian dan perikanan dalam satu tempat.

Efisiensi, pertanian dan perikanan dalam satu tempat.

Mengeluarkan air dengan menggunakan pompa.

Mengeluarkan air dengan menggunakan pompa.

Ada 5 Kwintal lele dalam kolam ini.

Ada 5 Kwintal lele dalam kolam ini.

Tampungan Probiotik, dengan berbagai koleksi bakteri.

Tampungan Probiotik, dengan berbagai koleksi bakteri.

Penimbangan lele.

Penimbangan lele.

Pemindahan lele setelah ditimbang ke penampungan untuk diangkut.

Pemindahan lele setelah ditimbang ke penampungan untuk diangkut.

Penyimpanan selama pengangkutan.

Penyimpanan selama pengangkutan.

2014-05-11 14.02.12

Pak Anjal, menghitung segepok uang.

2014-05-11 14.02.30

Ah, sudahlah. Memang begini kalau habis panen.

Sayonara. Mengambil botol minum yang tertinggal. Wah, kemana2 bawa minum sendiri.

Sayonara. Mengambil botol minum yang tertinggal. Wah, kemana2 bawa minum sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 17 other followers

Categories

Blog Stats

  • 12,032 hits
%d bloggers like this: