Menulis Bebas

Sow and Grow: Verticulture

Posted on: October 29, 2014

Tanaman Tomat (dok. pribadi)

Dikutip dari publikasi Balitsa, dalam Teknologi Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur oleh Liferdi Lukman, vertikultur sesuai dengan asal katanya dari bahasa Inggris, yaitu vertical dan culture. Maka vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat, baik indoor maupun outdoor. Sistem budidaya pertanian secara vertikal atau bertingkat ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas. Vertikultur, tidak hanya sekedar menanam dengan pola vertikal. Bisa menjadi hobi yang dapat dikembangkan sesuai kreativitas dan ide. Biodiversitas Indonesia yang beragam bisa dipindahkan ke pekarangan rumah yang sempit dengan konsep vertikultur ini.

Saat ini model, bahan, serta jenis tanama yang digunakan dalam vertikultur begitu beragam. Disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. Vertikultur bisa dibuat menggunakan bambu, paralon, botol bekas, trashbag, atau karung bekas. Bentuknya juga bisa dibuat sesuai dengan kreativitas, bentuk kotak, melingkar, rak, dan sebagainya. Termasuk juga jenis tanaman, bisa menggunakan sistem monokultur maupun polikultur. Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tanaman vertikultur tumbuh dengan baik.

Pemilihan Tanaman
Memilih tanaman yang akan ditanam sebaiknya menyesuaikan lokasi tempat tinggal. Tanaman dataran tinggi tidak cocok ditanam di daerah dataran rendah. Begitu juga tanaman beriklim sejuk, tidak akan tumbuh dengan baik di daerah beriklim panas. Tanaman yang dipilih sebaiknya memiliki nilai manfaat, misalnya tanaman sayur atau tanaman buah. Selain sebagi penghias pekarangan, bisa dipanen untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Tomat cherry misalnya. Atau dari kelompok sayuran bisa menanam sawi, selada, kangkung dan sebagainya.

Pemilihan Media Tanam
Ada banyak ragam media tanam untuk membuat vertikultur, disesuaikan dengan jenis tanamannya. Paling mudah adalah mencampur kompos dengan tanah, perbandingan 1:1. Sebagai tempat tanam, bisa menggunakan rak yang disusun, atau paralon yang diletakkan tegak. Akan lebih baik jika menggunakan benda- benda yang dapat digunakan kembali.

Tata Letak Tanaman
Tanaman yang rendah diletakkan paling timur, tanaman yang tinggi diposisikan paling barat. Ini menjaga tanaman agar mendapat sinar matahari secara optimal. Jangan sampai tanaman saling menaungi satu sama lain.

Perawatan vertikultur hampir sama dengan budidaya tanaman pada umumnya. Kelembaban tanah dijaga dengan menyiram setiap pagi dan sore. Tidak dianjurkan menyiram tanaman di siang hari yang terik, karena akan membuat jaringan tanaman mati. Menyiram tanaman dianjurkan tidak mengenai daunnya jika dilakukan di cuaca yang panas.

Berikut ini contoh tanaman vertikultur yang ditanam di Komunitas Untuk Jogja (KUJ), Jl. Srigunting No. 19, Demangan Baru, Yogyakarta. Bahannya menggunakan trashbag, karena mudah didapat dan simpel dalam penggunaannya. Meskipun menggunakan plastik, KUJ memiliki tim tersendiri untuk pengelolaan sampahnya. Tanaman yang ditanam adalah tanaman hortkultura semusim terong, tomat, dan seledri.

2014-10-18 14.17.19

Beberapa Tanaman Tomat dan Terong (dok. pribadi)

2014-10-18 14.18.57

Tanaman Seledri (dok. pribadi)

2014-10-18 14.19.22

Deretan Vertikultur dan Tabulampot (dok. pribadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 17 other followers

Categories

Blog Stats

  • 12,065 hits
%d bloggers like this: