Menulis Bebas

Syura Dalam Ats Tsawabit Wal Mutaghayyirat

Posted on: October 30, 2014

Syura merupakan salah satu tsawabit, yaitu perkara yang harus bertahan terus tanpa perubahan atau penggantian sepanjang zaman dan di segala tempat. Syura merupakan puncak islam yang tertinggi dan merupakan kewajiban syariat. Perintah syura telah turun pada Al Quran, Asy Syuura ayat 38:
“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.”

Syura merupakan jalan yang ditetapkan Allah untuk mengambil keputusan dalam semua tingkatan. Seperti yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, beliau banyak bermusyawarah dalam hal yang besar sampai sekecil- kecilnya. Begitu pula para sahabat, mereka menerapkan syura pada era Khulafaur Rasyidin. Kemenangan umat Islam atas Persia juga disebutkan oleh panglima muslim. Ali bin Abi Thalib menyatakan bahwa musyawarah memiliki tujuh kegunaan: memperoleh ketepatan, mendapatkan pandangan, terjaga dari kesalahan, terpelihara dari celaan, selamat dari penyesalan, mempertautkan hubungan hati, dan mengikuti tradisi yang baik. Syura merupakan cara pembuatan dan pengambilan keputusan yan jauh dari otoriter.

Syura wajib diikuti, berdasarkan surat Ali Imran ayat 159. Syura memiliki 2 sifat, mulzimah (mengikat) dan mu’limah (sekadar pemberitahuan). Memperhatikan pendapat pada pakar dan mujtahid kontemporer bahwa syura itu memiliki sifat mengikat kepada pemimpin setelah dikeluarkan oleh majelis. Dalam majelis syura sendiri, pemimpin dilarang bersikap arogan dalam membuat keputusan. Keputusan diambil setelah pendapat dikeluarkan dan hasil syura harus dilaksanakan. Jika dalam syura terdapat banyak pendapat dan belum terlihat suara mayoritasnya maka syura belum dikatakan selesai.

Dalam syura tidak dibenarkan adanya najwa (pembicaraan rahasia) dalam kelompok- kelompok kecil. Ini yang akan menyebabkan kondisi tidak stabil dan mengganggu jamaah. Menghindari pembicaraan rahasia dalam jamaah merupakan salah satu etika yang menghindarkan perasaan curiga sehingga menyebabkan perpecahan. Syura dapat menjamin keselamatan jamaah dari perseteruan dan perpecahan. Dengan syarat mereka yang mengikuti syura adalah orang yang memiliki ilmu dan pandangan yang luas. Mengerti mana yang mendatangkan maslahat dan mana yang mendatangkan mudharat. Meskipun demikian syura hanya bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang dapat diputuskan melalui ijtihad bukan permasalahan yang telah ada melalui wahyu. Apabila muncul banyak pendapat dalam syura, maka tugas qiyadah adalah mengambil keputusan yang lebih kecil mudharatnya dan lebih banyak maslahatnya.

Syura bersifat mengikat dan harus dilaksanakan oleh semua anggota syura. Syura akan lebih sempurna jika diikuti dengan saran. Saran dapat dilakukan oleh orang yang mempunyai pengalaman lebih baik pada saat syura sedang berlangsung maupun saat keputusan telah diambil. Seperti yang dicontohkan oleh nabi ketika perang Ahzhab, parit yang digali merupakan usulan Salman al Farisi. Sedangkan perlu dicatat lagi bahwa hal yang boleh disyurakan adalah terbatas pada landasan yang tidak memiliki landasan nash. Jika syura telah selesai, maka semua harus patuh pada pendapat yang telah disepakati, melaksanakannya dengan tulus dan tidak boleh keluar darinya.

Referensi:

Amin, J. 2000. Ats Tsawabit Wal Mutaghayyirat. Al I’tishom.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 16 other followers

Categories

Blog Stats

  • 11,414 hits
%d bloggers like this: