Menulis Bebas

Bunga Matahari

Posted on: August 28, 2015

Alkisah pada suatu hari aku melihat bunga matahari di kebun percobaan tanaman buah depan kantor. bunganya sungguh cantik, dan telah lama aku menginginkan menanamnya. Namun ternyata agak sulit mencari bibit/ benih bunga matahari (yang gratis), karena umumnya pekarangan rumah sekitar sini sempit dan tidak banyak tanaman. Ternyata terkabul juga keinginan menanam bunga matahari setelah serang bapak penyuluh memberianku bibit dan benih bunga matahari. Kini salah satu hiburanku adalah merawat tanaman, termasuk sepasang bunga matahari pemberian bapak penyuluh di kantor.

Suatu ketika, seperti biasa aku menyiram bunga matahari di depan rumah, ketika Nurul menghampiri dan menanyakan, “Bagaimana kalau musim hujan?” Dan kukatakan, “Ya gapapa, kan enak ga usah nyiram tiap hari”. And she said “Loh, tapi kan mataharinya nggak ada, emang bunganya bisa keluar?”. Ahh, sudahlah… Memang begitulah adanya penghuni rumah ini, selalu penuh hal- hal yang akan membuat tertawa meski sesusah apapun kehidupan, hingga tetangga depan ikut melihat kelakuan kami dan berkomentar.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 17 other followers

Categories

Blog Stats

  • 12,065 hits
%d bloggers like this: