Menulis Bebas

Gagalnya Usaha Agribisnis Sekelompok Anak Muda

Posted on: December 18, 2015

Adalah sebuah kisah dimana saya pernah berkeinginan menjadi seorang wirausaha. Saya merealisasikan keinginan dan idealisme saya sebagai mahasiswa pertanian itu dalam sebuah usaha agribisnis bersama teman- teman seperjuangan. Usaha ini dibentuk pada tahun 2013, bernama Agro Heksa Akselindo. Sederhana saja, Agro bermakna usaha di bidang pertanian, heksa karena didirikan oleh enam orang, dan akselindo karena pendirian dilakukan secara akselerasi.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Bertemu Investor

Saya sudah menjadi seorang pengusaha agribisnis sukses saat ini, tentu saja jika usaha bareng teman- teman itu berhasil. Tapi saya tidak ingin mengidentikkan pencapaian keberhasilan secara terburu- buru dengan parameter untung- rugi usaha, karena faktanya usaha bareng itu yah, well….gagal. Ada beberapa poin yang menjadi cataan saya jika kelak ingin memulai usaha serupa, sehingga tidak mengulangi langkah- langkah kurang strategis yang dilakukan oleh pemula seperti tim ini. Ternyata tidaklah gampang memulai sebuah usaha.

Pertama, nama dan bentuk usaha. Pemberian nama Agro Heksa Akselindo berserta logo nya melalui proses panjang musyawarah, rapat, negosiasi, dan mungkin masing- masing dari kami mencari pencerahan lain demi mendapat nama yang sesuai. Perlu diketahui, terdapat aturan untuk mendirikan sebuah usaha sesuai dengan bentuk usaha yang akan didirikan. Dalam tim kami, Mas Hayyu lah yang mengerti izin usaha, termasuk penamaan usaha yang didirikan, sehingga nama Agro Heksa Akselindo ini sudah melalui proses screening beliau menyesuaikan bentuk usaha yang kelak akan dilegal formalkan.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Denah Lahan Riset

Kedua, cari modal. Saat itu kami mendapat kesempatan dari rekan Mas Hayyu yang bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan lingkungan. Perusahaan memiliki lahan riset yang menganggur dengan luasan hampir 1 hektar. Lahan itu menjadi lahan pinjaman kami dengan perjanjian bagi hasil, tentu saja jika untung. Di tahap ini perlu dibuat MoU yang jelas dengan pihak investor. Berapa persentase bagi hasil, bagaimana jika terjadi kerugian, dan apa-apa saja yang diberikan oleh investor. Lahan sudah oke.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Survei Komoditas dan Harga di Pasar Muntilan

Selanjutnya kami  segera survei pasar dan menentukan komoditas apa yang akan ditanam. Rame- rame lah kami menuju pasar induk, mencari informasi harga komoditas apa yang ada di pasaran beserta harganya. Sekalian kami mengamati mekanisme transaksi, bongkar muat, dan perlakuan pasca panen tanaman hortikultura.

Sepulangnya dari pasar, kami langsung membeli kebutuhan tanam. Benih, pot tray, mulsa, dsb. Pupuk kandang kami beli dari teman, langsung diantar ke lahan, terima jadi. Lahan yang kami gunakan termasuk lahan subur, sehingga rumputnya masyaallah, rimbun sekali. Kami takkan sanggup nyabutin rumput lahan sehektar. Akhirnya kami putuskan untuk menyewa traktor beserta operatornya. Terima jadi lahan sudah diolah. Darimana uang beli- beli dan sewa traktor? Kami patungan, semampu yang kami punya. Semua hitungan sudah dikerjakan Nurul, dan kami manut anggaran berapa dan belanja apa.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Lahan Sebelum Diolah

Semua siap. Tiba saatnya tanam. Kami memang mahasiswa pertanian. Iya secara teori, bukan secara lapangan. Kami belum pernah mengelola lahan seluas itu, mentok- mentok 2×2 meter untuk praktikum. Alhasil, disinilah nemu duka- dukanya. Lahan yang kemarin habis ditraktor, baru dua hari sudah muncul rumput- rumput banyak banget. Tentu saja harus dibersihkan manual. Iya manual pakai pacul. Mana ada kami pernah pegang pacul. Jadilah dengan usaha maksimal dan kemampuan seadanya kami macul- macul, membalik tanak, mengenyahkan rumput, membuat bedengan. Itu untuk lahan yang sudah ditraktor.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Lahan Lebih Mirip Semak- Semak

Lahan yang akan ditanami cabai belum dibersihkan sisa mulsa tanam sebelumnya, dan rumputnya Ya Allah…..subur sekali. Mana waktu itu musim hujan, pasti seelalu becek. Kami harus nyabut mulsa- mulsanya terlebih dahulu karena udah banyak dipenuhi rumput kemudian pasang mulsa yang baru.

Setelah itu kami menjadwal pekerjaan memasang mulsa, menyiram pesemaian, nyabuti rumput, bikin bedengan. Disinilah…iya disini baru ngerasa susahnya kerja jadi petani. Jadi petani itu nggak bisa dengan badan ringkih, harus bisa angkat pacul, harus bisa angkat ember isi pupuk. Kami baru bisa menanam kangkung, cabai dan sawi. Meski telah ditraktor, tapi setiap dua hari rumput pasti tumbuh meski sudah dicabut. Kami mulai lelah nyabuti rumput. Iya kami lelah. Jika dikerjakan bapak tani mungkin sehari selesai. Kami sampai berhari- hari macul- macul bikin bedengan, habis bedengan jadi, rumput tumbuh keesokan harinya.

Waktu itu kami cukup bahagia dengan tanaman kami. Sawi dan kangkung tumbuh menghijau, meski kondisinya tidak seperti sayuran pak tani. Saya sempat cerita ke ibu tentang aktivitas saya ini. Bangga dong ceritanya. Ibu pun penasaran, lalu cerita ke Om yang tinggal di Jakal tentang aktivitas saya ini. Kebetulan waktu itu kami sudah lelah macul- macul tiap hari, sehingga butuh tenaga bantu yang bisa ngolah sawah. Suatu siang Om saya benar- benar berkunjung. Melihat lahan dan mengusahakan mencari pekerja. Beliau nggak bilang apa- apa sih, hanya akan mengabari kalau ada tenaga kerja yang bisa membantu. Tapi belakangan ibu bilang, kalau sebenarnya Om saya itu tidak tega melihat tanaman kami yang menyedihkan T_T. Dijual mungkin ga laku karena tidak subur.

Ah sudahlah. Dengan semua itu setidaknya bisa belajar. Setelah berhari- hari kami semakin tidak rutin ke sawah, akhirnya kami memanen tanaman yang ada. Seadanya. Setelah itu kami tidak melanjutkan lagi karena beberapa telah fokus ke skripsi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 17 other followers

Categories

Blog Stats

  • 12,032 hits
%d bloggers like this: