Menulis Bebas

Moro Sakeco Restaurant

Posted on: December 18, 2015

2015-11-16 12.14.20

Moro Sakeco Resto-c

Siang itu (16/11/2015) adalah hari berpamitan kepada rekan- rekan di kantor karena masa kerja saya sebagai pendamping swasembada pangan di BP3K Grabag, Magelang telah habis. Tiga rekan saya telah kembali ke rumah masing- masing, sedangkan saya masih menyaksikan demo masak di kantor. Dasar perempuan, saya tergoda dengan wajan granit anti lengket multifungsi dari menumis, memanggang, sampai bikin kue dan terang bulan yang ditawarkan sales. Pengen bawa pulang taruh dapur rumah, namun apa daya, ternyata mahal banget harganya, sama dengan biaya makan saya sebulan. Saya hanya bisa berdoa dalam hati, semoga kelak bisa masak- masak pakai wajan canggih seperti ini. Karena kelamaan ga balik- balik, jadinya saya diajak bareng oleh salah satu Bapak penyuluh. Saya iyakan aja. Pulang bareng lah kami. Sudah tengah hari, si Bapak mengajak saya mampir ke tempat makan. Saya sih iya- iya aja. Ngikut mau mampir kemana. Dipilihlah tempat makan Moro Sakeco, katanya tempat ini sudah jadi langganan teman- teman penyuluh jika ada acara makan- makan bareng.

2015-11-16 12.16.36

Bagian Dalam Resto-c

Pertama sampai, bagian depannya agak sempit, namun setelah masuk baru area dalamnya terlihat luas.  Wiih, ternyata restoran ini luasnya hampir se-RT. Didalamnya banyak fasilitas seperti gedung pertemuan, kolam renang, kolam ikan, gazebo- gazebo, lengkap dengan mushala dan homestay. Pertama kali datang saya langsung foto- foto shalat karena adzan sudah berkumandang. Kamar mandinya juga memanusiakan pengunjung. Sejak dari jalan menuju kama mandi sudah disediakan penutup.

2015-11-16 12.36.53

Mushola-c

Setelah shalat kami memilih meja. Ada yang menggunakan kursi, ada yang lesehan. Kami memilih tempat lesehan diatas kolam. Si mbak pelayan mengikuti kami membawa buku menunya. Setelah memilih, saya lanjut foto- foto ngobrol dengan bapak penyuluh. Sesaat kemudian ada mas- mas semi bapak- bapak datang menghampiri. Beliau ini adalah adalah adik pemilik restoran.

2015-11-16 12.22.48

Homestay di Moro Sakeco-c

Kata bapak penyuluh, mereka sudah sepuluh tahun lebih saling mengenal, dari si bapak adik pemilik restoran ini masih sekolah. Artinya rumah makan ini sudah berdiri lama sekali. Hanya saja dulu kondisinya belum sebagus sekarang, dan perlahan membeli tanah disekitarnya untik memperluas area. Nggak instan. Yang tadinya hanya kolam pemancingan kecil, kemudian didirikan rumah makan sederhana karena para pemancing biasanya butuh makan dan minum. Selanjutnya, area restoran diperluas, dibangun fasilitas- fasilitas lain secara bertahap. Sampai sekarang, pembangunan masih berlanjut. Mungkin lama- lama seperti perkampungan saja. Mungkin saja, karena disini ada homestay juga. Jadi pengunjung dari luar kota bisa nginep.

2015-11-16 12.14.39

Salah Satu Spot Nyaman di Moro Sakeco-c

Desain restoran ini sepertinya penuh perhitungan (yaiyalah). Biasanya saya tidak nyaman di tempat duduk lesehan karena melipat kaki membuat saya kesemutan. Bangunan yang kami tempati ini terapung diatas kolam, dengan tempat kaki di bawah meja sehingga betah duduk seperti di kursi. Ada juga versi tanpa lubang di meja. Pengunjung bisa milih lah. Mau yang bangunan diatas tanah, diatas kolam, di gazebo, di tepi kolam diatas rumput sekalipun tetap nyaman kok.

2015-11-16 12.33.02

Dapur, Terbuka dan Rindang di Bawah pohon -c

Sembari menunggu pesanan, saya jalan- jalan disekitar resto. Dapur yang digunakan memiliki konsep dapur terbuka pada bangunan khusus dapur. Ternyata aneka macam ikan yang disediakan benar- benar segar dari kolamnya langsung. Wiih… asyik banget! Pengunjung ga akan bosan menunggu, kecuali sangat sangat kelaparan, bisa sembari memberi makan ikan, memancing, atau jalan- jalan.

Mbak pelayan datang membawa pesanan. Saya pesan ikan nila bakar rempah dan es jeruk, sedangkan Bapak penyulih pesan nila goreng dan jus alpukat. Hmm, ikannya lebih besar dari ikan di Jogja yang biasa saya makan. Bumbunya juga tidak asal manis, asal asin, atau asal pedas. Racikannya enak banget, rempahnya banyak tapi nggak kayak jamu. Ikannya disajikan dengan lalapan dan sambal terpisah. Sayangnya saya hanya pesan satu jenis masakan, mungkin lain kali perlu nyoba yang lain lagi. Sekarang malu kalau mau nambah. Minumnya es jeruk. Benar- benar air jeruk tanpa ditambah air, hanya ditambah es batu karena saya suka dingin. Setelah makan, kami ngobrol- ngobrol sebentar, menunggu rokok bapaknya habis. Karena saya keburu mau servis motor, segera saya ajak balik, karena tipikal bapak- bapak gini  ga akan berkesudahan kalau udah ngobrol sesama bapak- bapak. Urusan pembayaran diselesaikan oleh bapak penyuluh. Saya terima kenyang aja. Rizki anak shalih 😀

Fix, kelak saya pengen punya rumah makan macam ini.

Moro Sakeco

Alamat: Grabag, Magelang

Fasilitas: gazebo, meeting room, kolam renang, mushola, homestay, pemancingan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 16 other followers

Categories

Blog Stats

  • 11,414 hits
%d bloggers like this: