Menulis Bebas

Author Archive

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” 22:46

***

Read the rest of this entry »

Advertisements

Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa
mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.

Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.

Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan,
kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka
jika memang itu harga yang harus dibayar.

Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan
dan pasrah oleh keputusasaan.

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui bahwa
kami membawa misi yang bersih dan suci,
bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.

Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia,
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih.

Yang kami harap adalah
terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah – Pencipta Alam semesta

*******

Kami sampai hafal kata per kata. Ruh dalam “Idealisme Kami” yang menjadikan semangat kami menjalani pembinaan selama di asrama PPSDMS Nurul Fikri. Pun hingga sekarang saat sudah menjadi alumni.

“…..dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami……” Kalau diingat- ingat saat pembinaan, ini adalah kalimat yang ampuh membangunkan saat kelas malam atau kelas pagi. Yang biasanya tidur jam 2 jam 3 pagi karena laporan praktikum dan tugas kuliah, sehingga paginya ba’da subuh mata ngantuk berat…. lalu teringat idealisme kami. Jadi nggak ngantuk? Ya tetep ngantuk sih ^^ Tapi bukan itu poinnya. Setidaknya ada usaha- usaha untuk tetap membuat mata terbuka. Pun di kelas, meski sudah duduk di baris pertama tepat di depan dosen, tetep ngantuk…dan tidur. Salah? Nggak. Ngantuk itu manusiawi apalagi begadang malamnya. Salah tidaknya tergantung sikap menanggapinya. Mau menikmati proses ngantuk lalu menyandarkan diri dan tertidur atau berupaya bangun dengan berbagai cara, nah disitu ruang pilihan yang tersedia. No excuse. Dan itu menjadi pengingat saya sampai sekarang ketika menemukan dinamika- dinamika di lingkungan kerja yang baru dengan tantangan yang berbeda. Baca- baca lagi Idealisme Kami. Malu kalau harus tumbang atau baper ditengah himpitan dan hingar bingar kehidupan dunia.

Bulan April lalu Jogja Benih menyelenggarakan acara Forum Komunikasi Perbenihan. Acara ini merupakan bentuk dari pelaksanaan fungsi JB yang salah satunya adalah memfasilitasi pengembangan kerjasama antar pelaku usaha perbenihan/perbibitan dan pembentukan jejaring untuk kepentingan perbenihan/perbibitan (meliputi komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan dan peternakan serta perikanan). Peserta terdiri dari penangkar/ produsen benih dari seluruh Indonesia, yang diundang tentunya. Acara dilaksanakan 2 hari 25- 26 April 2017 di Grand Quality Hotel, Jl. Laksda Adisucipto No. 48, Yogyakarta. Acara ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi benih unggul yang dimiliki DIY.

Read the rest of this entry »

Menjadi pendatang di tempat kerja baru membuat saya harus bisa beradaptasi. Satu hal yang perlu saya tanamkan pada diri saya mengenai beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini, yaitu untuk tidak mudah percaya sesuatu hal jika belum tau penjelasannya. Seperti halnya kisah beberapa hari lalu, insiden telpon berdering disini.

Pada akhirnya terkuak sudah misteri itu, semua ada penjelasan logisnya. Baru ketahuan setelah kami perjalanan ke Sleman, diantar bapak driver. Daaaan, bapak driver ini adalah kunci dari telpon berdering- tak- ada- suara itu. Setelah Bu Aning melakukan penyelidikan darimana sumber dering telepon, tahu lah asalnya dari ruang mana dan siapa pelakunya. Tidak ada lagi telpon berdering saat bapak driver ada di ruang kerja kami. Case closed.

Terkisah lagi, kami (Okti dan Aku) pada suatu hari harus bertugan menjaga gerai Jogja Benih untuk sehari kerja. Karena bukan kami pemengang kunci, maka ada satu rekan lagi, mas- mas penjaga kunci menemani kami. Entah kenapa mas ini murung sedari pagi. Ya, mungkin sedang berduka atau kehabisan uang atau apa. Ternyata dia teringat anak- anak burungnya yang baru ditinggal mati induknya. What! Untuk ekspresi galau, sedih dan merana, sangat lebai kalau hanya gegara teringat anak- anak burung yang ditinggal dirumah. Dan itu berlangsung sampai sore selesai jam kerja. Oke, memang saya tidak mengerti psikologi ikatan antara pemilik dan hewan peliharaan.

Sedikit tidak penting sih, tapi dari hal- hal rada tidak penting itu saya jadi tau se unik apa rekan- rekan kerja saya yang mungkin akan berinteraksi selama beberapa lama.

Tags:

Sudah seminggu berlalu menjalani kerja di tempat yang baru. Okti, rekan kerjaku dan aku menempati satu ruang yang cukup besar. Kami Cuma berdua di ruang khusus untuk bidang kami. Kadang ada anak magang, jadi bertiga. Beberapa hari lalu kami sudah berkenalan dengan senior- senior di berbagai bidang. Tapi….mungkin ada yang belum kami ajak kenalan sehingga memiliki inisiatif untuk mengajak kenalan duluan.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,
My friend, I, and boss.

My friend, I, and boss.

Jadi ceritanya ada kebijakan menggunakan kebaya setiap kamis pahing. Kebaya kartini dengan jarik lengkap dengan selopnya. Pun dengan yang kakung, menggunakan satu set beskap  lengkap dengan kerisnya.

Read the rest of this entry »

Alhamdulillah bisa kembali lagi menulis disini. Sekian lama merasakan keengganan melakukan sesuatu, lebih suka kesunyian tanpa harus berhubungan dengan dunia luar. Well, sebenarnya berlebihan sih 😀 Akibat dari skripsi yang meminta perhatian lebih dan nggak mau disambi- sambi. Perjuangan panjang yang berdarah- darah akhirnya membuahkan hasil selesainya satu fase dalam hidup. Dan pada akhirnya di tahun 2017 ini saya bisa memulai peran baru, bukan sebagai mahasiswa lagi.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 17 other followers

Categories

Blog Stats

  • 12,462 hits