Menulis Bebas

Posts Tagged ‘suryanegara

Judul                    : Api Sejarah

Penulis                 : Ahmad Mansur Suryanegara

Penerbit               : Salamadani

Cetakan               : I,  Juli 2009

Tebal                    : xxii+ 586 halaman

Bila Sejarawan mulai membisu, hilanglah kebesaran masa depan generasi bangsa
(Ahmad Mansur Suryanegara)

Sejarah yang selama ini kita ketahui seakan telah tertulis lengkap sebagai dokumentasi peristiwa masa lalu. Terlihat objektif dan sempurna, hingga memasuki masa ke masa tidak ada interupsi dalam sejarah. Namun jika ditelusuri, banyak fakta yang tidak dimunculkan dan yang bukan fakta dimunculkan termasuk dengan para tokoh yang menyertainya. Alhasil seperti yang dikatakan Bung Karno dalam surat dari Endeh yang dimuat dalam bukunya Di Bawah Bendera Revolusi Djilid I, selama ini kita hanya mampu membaca abunya sejarah, tapi tidak dapat menangkap apinya sejarah. Memahami kebenaran sejarah, diperlukan untuk memahami makna dalam cita- cita negara. Negara dengan visi yang luhur harus tetap dijaga dari manipulasi sejarah yang mempengaruhi proses mencapai kejayaan  bangsa.

Melalui buku “Api Sejarah”, Ahmad Mansur Suryanegara menghadirkan koreksi terhadap berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia dan sebagian dunia. Buku setebal 586 halaman ini terbagi dalam empat bab dan disususn secara runtut menurut kronologinya. Bab pertama merupakan pengaruh kebangkitan Islam di Indonesia. Bab ini menjelaskan proses kebangkitan Islam di dunia dan masuknya Islam ke Indonesia. Masuknya dan berkembangnya Islam di Indonesia dipengaruhi oleh proses yang terjadi sebelumnya dimulai dari masa Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, Khilafah Umayah, Khilafah Abbasiyah, Fatimiyah, Turki dan Dinasti Genghis.

Bab kedua menjelaskan masuk dan berkembangnya agama Islam di nusantara. Ada banyak teori masuknya Islam ke Indonesia, disini dijelaskan dalam teori Gujarat,  teori Makkah, teori Cina,dan teori maritim. Akibat sistem penulisan, sejarah Indonesia mengikuti hasil penulisan Belanda, terutama teori Prof. Dr. C. Snouck Hurgronje. Maka sejarah yang berkembang adalah Islam masuk ke Indonesia untuk pertama kali melalui Samodra Pasai, pada abad ke 13 M. Padahal, menurut Buya Haqmka, masuknya Islam ke Indonesia adalah pada abad ke 7 M. Fakta ini didasarkan pada berita Cina Dinasti Tang yang menjelaskan bahwa telah ditemukan daerah hunian wirausahawan Arab Islam di pantai barat Sumatra. Sedangkan Kesultanan Samodra Pasai merupakan perkembangan yang terjadi setelah masuknya Islam pada abad ke 7.

Bab Ketiga, Peran Kekuasaan Politik Islam Melawan Imperialisme Barat. Dalam bab ini dijelaskan bahwa ternyata pemberontakan-pemberontakan yang terjadi untuk melawan penjajah dipimpin oleh Ulama dan Santri. Lebih mengejutkan lagi ternyata terdapat korelasi antara perang-perang yang terjadi di dunia dengan perang-perang yang terjadi di Indonesia, contohnya Keruntuhan Turki, Revolusi Buruh di Perancis yang berdasarkan  ajaran Karl Max (Komunisme).

Bab keempat, mengenai peran ulama dalam gerakan kebangkitan kesadaran nasional pada rentang waktu dari tahun 1900 hingga 1942. Dimulai dengan munculnya organisasi pertama yang memelopori perjuangan kemerdekaan, yaitu Sjarikat Islam yang dipimpin Oemar Said Tjokroaminoto. Bukan Budi Utomo seperti yang tertulis dalam buku sejarah di sekolah- sekolah. Budi Utomo merupakan organisasi yang eksklusif khusus buat Priyayi saja. Maka, Budi Utomo tidak lebih merakyat dibandingkan Sjarikat Islam. Dijelaskan pula selain Sjarikat Islam ada juga Sjarikat Ulama, Muhamadiyah, Nu dan lain-lain. Pada masa ini dipenihi juga upaya belanda untuk memecah belah apa yang telah diperjuangkan pendahulu bangsa.

Penuturan sejarah dalam versi yang keliru tidak lebih dari sekedar dongeng pemecah belah. Penuturan sejarah yang demikian memiliki tujuan membentuk citra negative generasi muda bangsa Indonesia terhadap Islam. Inilah metode pemeritah colonial belanda dalam menciptakan divide and rule terhadap umat Islam dan Hindu. Dituliskan dalam sejarah versi colonial keruntukan kerajaan Hindu dan Budha akibat serangan Islam.  Generasi muda Islam akan memiliki kesadaran sejarah yang benar bila dapat menemukan rekan jejak sejarah yang dituliskan secara benar.

Buku “Api Sejarah”  memiliki desain cover yang simple. Buku ini mudah dikenali, penulisan judul berwarna kontras dengan background dan font yang digunakan berukuran besar. Hampir tidak ditemukan kesalahan cetak atau kesalahan ejaan. Mata tidak cepat lelah ketika membaca karena space antar baris cukup lebar, tidak terkesan terlalu rapat. Pembaca dari berbagai kalangan dapat membaca buku ini, karena Ahmad Mansur menuturkan gagasannya dalam bahasa yang lugas dan indah.Definisi- definisi diberikan untuk istilah yang tidak umum, baik beruua pembahsan maupun catatan kaki. Gambar- gambar disisipkan sebagai selingan sehingga tidak jenuh membaca tulisan. Penuturan didasarkan pada urutan waktu, sehingga dalam membaca seperti mengulang lagi peristiwa masa lampau menuju masa kini.

Namun demikian, ukuran buku yang terlalu besar membuat buku ini tidak mudah untuk dibawa- bawa. Terdapat gambar yang kurang jelas detailnya (gambar peta), sehingga informasi yang diberikan melalui ilustrasi gambar kurang bisa tersampaikan. Beberapa pernyataan Ahmad Mansur dalam buku ini menuai kritikan, karena pendapat yang menentang arus opini Indonesia. Metode penyampaian dengan metode penulisan kesimpulan baru kemudian data pendukung, dikatakan bersifat subjektif.

Penulisan sejarah Indonesia yang seragam membuat masyarakat cenderung memiliki  pola pikir yang sejenis. Untuk itu perlu wawasan paradigma mengenai sejarah yang berbeda dengan membaca  buku “Api Sejarah”. Buku ini mudah didapat di toko buku dengan harga sekitar Rp 106.250,-.


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 16 other followers

Categories

Blog Stats

  • 11,577 hits