Menulis Bebas

Bulan April lalu Jogja Benih menyelenggarakan acara Forum Komunikasi Perbenihan. Acara ini merupakan bentuk dari pelaksanaan fungsi JB yang salah satunya adalah memfasilitasi pengembangan kerjasama antar pelaku usaha perbenihan/perbibitan dan pembentukan jejaring untuk kepentingan perbenihan/perbibitan (meliputi komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan dan peternakan serta perikanan). Peserta terdiri dari penangkar/ produsen benih dari seluruh Indonesia, yang diundang tentunya. Acara dilaksanakan 2 hari 25- 26 April 2017 di Grand Quality Hotel, Jl. Laksda Adisucipto No. 48, Yogyakarta. Acara ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi benih unggul yang dimiliki DIY.

Read the rest of this entry »

Menjadi pendatang di tempat kerja baru membuat saya harus bisa beradaptasi. Satu hal yang perlu saya tanamkan pada diri saya mengenai beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini, yaitu untuk tidak mudah percaya sesuatu hal jika belum tau penjelasannya. Seperti halnya kisah beberapa hari lalu, insiden telpon berdering disini.

Pada akhirnya terkuak sudah misteri itu, semua ada penjelasan logisnya. Baru ketahuan setelah kami perjalanan ke Sleman, diantar bapak driver. Daaaan, bapak driver ini adalah kunci dari telpon berdering- tak- ada- suara itu. Setelah Bu Aning melakukan penyelidikan darimana sumber dering telepon, tahu lah asalnya dari ruang mana dan siapa pelakunya. Tidak ada lagi telpon berdering saat bapak driver ada di ruang kerja kami. Case closed.

Terkisah lagi, kami (Okti dan Aku) pada suatu hari harus bertugan menjaga gerai Jogja Benih untuk sehari kerja. Karena bukan kami pemengang kunci, maka ada satu rekan lagi, mas- mas penjaga kunci menemani kami. Entah kenapa mas ini murung sedari pagi. Ya, mungkin sedang berduka atau kehabisan uang atau apa. Ternyata dia teringat anak- anak burungnya yang baru ditinggal mati induknya. What! Untuk ekspresi galau, sedih dan merana, sangat lebai kalau hanya gegara teringat anak- anak burung yang ditinggal dirumah. Dan itu berlangsung sampai sore selesai jam kerja. Oke, memang saya tidak mengerti psikologi ikatan antara pemilik dan hewan peliharaan.

Sedikit tidak penting sih, tapi dari hal- hal rada tidak penting itu saya jadi tau se unik apa rekan- rekan kerja saya yang mungkin akan berinteraksi selama beberapa lama.

Tags:

Sudah seminggu berlalu menjalani kerja di tempat yang baru. Okti, rekan kerjaku dan aku menempati satu ruang yang cukup besar. Kami Cuma berdua di ruang khusus untuk bidang kami. Kadang ada anak magang, jadi bertiga. Beberapa hari lalu kami sudah berkenalan dengan senior- senior di berbagai bidang. Tapi….mungkin ada yang belum kami ajak kenalan sehingga memiliki inisiatif untuk mengajak kenalan duluan.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,
My friend, I, and boss.

My friend, I, and boss.

Jadi ceritanya ada kebijakan menggunakan kebaya setiap kamis pahing. Kebaya kartini dengan jarik lengkap dengan selopnya. Pun dengan yang kakung, menggunakan satu set beskap  lengkap dengan kerisnya.

Read the rest of this entry »

Alhamdulillah bisa kembali lagi menulis disini. Sekian lama merasakan keengganan melakukan sesuatu, lebih suka kesunyian tanpa harus berhubungan dengan dunia luar. Well, sebenarnya berlebihan sih 😀 Akibat dari skripsi yang meminta perhatian lebih dan nggak mau disambi- sambi. Perjuangan panjang yang berdarah- darah akhirnya membuahkan hasil selesainya satu fase dalam hidup. Dan pada akhirnya di tahun 2017 ini saya bisa memulai peran baru, bukan sebagai mahasiswa lagi.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

“Sekarang ini sulit mau mentukan mana orang kaya mana yang bukan”, demikian curhat salah seorang kepala dusun saat kami berkunjung kerumah beliau dikala tugas sebagai pendamping swasembada pangan.

Saat itu beliau berkata dalam konteks menentukan warga yang berhak mendapat bantuan pemerintah. Tentunya warga yang kaya tidak memenuhi kriteria perlu dibantu. Namun persoalan menentukan kaya tidak seseorang bukan perkara yang mudah, pun juga sebaliknya, menentukan yang berkekurangan bukan berarti ketika kepemilikannya tidak sebagus atau sebanyak pandangan umum. Terkadang kekayaan ditentukan dengan kepemilikan rumah dan segala perlengkapannya, kendaraan, perabotan. Rumah gubug berdinding bambu mungkin penghuninya dianggap berkekurangan, namun siapa sangka ternnyata kepemilikan lahannya sangat luas sebagai petani pemilik lahan. Di sebelahnya, tetangga dengan rumah berdinding bata terlihat megah dibanding rumah bambu. Namun hidupnya menanggung tak hanya keluarganya sendiri, lahan tak punya karena sebagai pekerja. Rumah megahnya adalah peninggalan orangtua.

Read the rest of this entry »

2015-11-22 16.16.28

Ramen @kay ramen

Suatu ketika saya sangat memerlukan sandal untuk menghadiri pernikahan seorang teman. Setelah menabung berbulan- bulan saya memutuskan ke Galeria pada suatu siang (22/11/15). Tapi saya sadar, memilih satu sandal itu bisa menghabiskan waktu berjam- jam. Daripada kelaparan ditengah asyiknya memilih sandal, maka mapirlah di kedai ramen timur Galeria. Ini kali pertama saya mencoba ramen disitu. Agak uji coba sih, karena kadang meski dilabeli ramen ada tempat makan yang rasanya seperti mi rebus biasa. Tapi gapapa, toh saya lapar juga, jadi apapun akan tersa enak. Read the rest of this entry »

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 16 other followers

Categories

Blog Stats

  • 11,414 hits